<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>drsuryadinata Blog</title>
	<atom:link href="http://atanidayrus.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://atanidayrus.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Mon, 16 Nov 2009 01:37:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='atanidayrus.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/fe5ba6bfadc564ef92cdb74d7ffc9247?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>drsuryadinata Blog</title>
		<link>http://atanidayrus.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://atanidayrus.wordpress.com/osd.xml" title="drsuryadinata Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://atanidayrus.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>MODALITAS INVASIF MINIMAL  UNTUK TERAPI BATU GINJAL DAN URETER</title>
		<link>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/11/16/modalitas-invasif-minimal-untuk-terapi-batu-ginjal-dan-ureter/</link>
		<comments>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/11/16/modalitas-invasif-minimal-untuk-terapi-batu-ginjal-dan-ureter/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 01:37:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atanidayrus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atanidayrus.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Pembedahan terbuka untuk pengangkatan batu ginjal dan ureter saat ini sudah mulai tergantikan dengan modalitas lain yang lebih bersifat invasif minimal, seperti extracorporeal shockwave lithotripsy (ESWL), ureterorenoscopy (URS), dan percutaneous nephrolithotomy (PNL). Hanya pada kasus-kasus batu yang sangat besar dan refrakter, pembedahan biasanya menjadi pilihan. Prosedur minimal invasif memberi keuntungan dalam hal keamanan dan kenyamanan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atanidayrus.wordpress.com&amp;blog=5682352&amp;post=116&amp;subd=atanidayrus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } -->Pembedahan terbuka untuk pengangkatan batu ginjal dan ureter saat ini sudah mulai tergantikan dengan modalitas lain yang lebih bersifat invasif minimal, seperti <em>extracorporeal shockwave lithotripsy (ESWL)</em>, <em>ureterorenoscopy (URS)</em>, dan <em>percutaneous nephrolithotomy (PNL)</em>. Hanya pada kasus-kasus batu yang sangat besar dan refrakter, pembedahan biasanya menjadi pilihan. Prosedur minimal invasif memberi keuntungan dalam hal keamanan dan kenyamanan. Komplikasi perdarahan, dan infeksi secara nyata lebih sedikit dibanding pembedahan. Masa rawat inap pasien <em>(hospital stay) </em>juga secara nyata lebih singkat, sehingga memungkinkan pasien segera dapat kembali beraktifitas seperti biasa. Tak kalah penting untuk diingat adalah tidak semua penderita batu ginjal dan ureter perlu mendapatkan intervensi. Ditemukan hanya setengah dari penderita yang simptomatis memerlukan intervensi, selebihnya batu dapat keluar sendiri. Penderita dengan gejala obstruksi (sumbatan) dan sepsis yang disebabkan oleh batu, merupakan indikasi mutlak dilakukannya tindakan segera.</p>
<p>Tiga jenis teknik minimal invasif yang sekarang ini paling banyak digunakan untuk terapi batu ginjal dan ureter adalah ESWL, URS, dan PNL. Ketiganya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pemilihan penggunaan terapi minimal invasif tergantung dari faktor pasien dan faktor karakteristik batu. Faktor pasien misalnya: anatomi ginjal dan ureter, karakteristik tubuh pasien, dan penyakit-penyakit komorbid yang sebelumnya diderita. Faktor karakteristik batu meliputi: lokasi, ukuran, jumlah dan komposisi dari batu. Dan last but not least adalah keputusan pasien sendiri.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atanidayrus.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atanidayrus.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atanidayrus.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atanidayrus.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atanidayrus.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atanidayrus.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atanidayrus.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atanidayrus.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atanidayrus.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atanidayrus.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atanidayrus.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atanidayrus.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atanidayrus.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atanidayrus.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atanidayrus.wordpress.com&amp;blog=5682352&amp;post=116&amp;subd=atanidayrus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/11/16/modalitas-invasif-minimal-untuk-terapi-batu-ginjal-dan-ureter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b782366037fa18c837584c329852c52?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atanidayrus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENANGANAN LUKA GIGITAN HEWAN MENULAR RABIES</title>
		<link>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/11/10/penanganan-luka-gigitan-hewan-menular-rabies/</link>
		<comments>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/11/10/penanganan-luka-gigitan-hewan-menular-rabies/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Nov 2009 02:27:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atanidayrus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[perawatan luka gigitan binatang]]></category>
		<category><![CDATA[rabies]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atanidayrus.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Kasus rabies kini terjadi di sejumlah wilayah Bali. Ketakutan masyarakat mulai muncul, karena angka kematian penyakit ini adalah 100%. Menurut data Depkes RI, pada bulan November 2008, Provinsi Bali yang semula bebas rabies dilaporkan terjadi kematian karena rabies di Kabupaten Badung. Kasus kemudian menyebar ke kabupaten lainnya. Sampai dengan bulan Oktober 2009 telah dilaporkan 10.911 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atanidayrus.wordpress.com&amp;blog=5682352&amp;post=102&amp;subd=atanidayrus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kasus rabies kini terjadi di sejumlah wilayah Bali. Ketakutan masyarakat mulai muncul, karena angka kematian penyakit ini adalah 100%. Menurut <a href="http://www.depkes.go.id/index.php?option=news&amp;task=viewarticle&amp;sid=3604">data Depkes RI</a>, pada bulan November 2008, Provinsi Bali yang semula bebas rabies dilaporkan terjadi kematian karena rabies di Kabupaten Badung. Kasus kemudian menyebar ke kabupaten lainnya. Sampai dengan bulan Oktober 2009 telah dilaporkan 10.911 kasus gigitan yang mendapat VAR, dan sebanyak 15 orang meninggal dengan gejala klinis rabies yang berasal dari kabupaten Badung dan Tabanan.<br />
Dari hasil pemeriksaan laboratorium Balai Besar Veteriner Denpasar ditemukan sebanyak 37 spesimen positif rabies yang berasal dari 6 kabupaten/kota yaitu Badung, Tabanan, Denpasar, Gianyar, Karang Asem dan Bangli.</p>
<p>Untuk meminimalisasi morbiditas dan mortalitas akibat rabies, salah satu cara yang dapat diterapkan masyarakat adalah dengan melakukan pertlongan pertama pada luka gigitan, berikut adalah kutipan dari:</p>
<p>PETUNJUK PERENCANAAN DAN PENATALAKSANAAN KASUS GIGITAN HEWAN TERSANGKA / RABIES DI INDONESIA  DEPARTEMEN KESEHATAN R.I.</p>
<p>DIREKTORAT JENDERAL PPM &amp; PL  TAHUN 2000</p>
<p>Setiap ada kasus gigitan hewan menular rabies harus ditangani dengan cepat dan sesegera<br />
mungkin.  Untuk  mengurangi/mematikan  virus            rabies  yang  masuk  pada  luka  gigitan,  usaha  yang<br />
paling   efektif   ialah:</p>
<ol>
<li> <strong>Mencuci   luka   gigitan   dengan   air   (sebaiknya   air   mengalir)   dan   sabun   atau</strong></li>
</ol>
<p><strong> detergent   selama   10-15 menit, kemudian diberi antiseptik (alkohol 70 %, betadine, obat merah<br />
dan lain-lain).</strong></p>
<p>2. Meskipun       pencucian      luka   menurut      keterangan     penderita     sudah     dilakukan    namun      di</p>
<p>Puskesmas Pembantu/Puskesmas/Rumah Sakit harus dilakukan kembali seperti di atas.</p>
<p>3. Luka   gigitan   tidak   dibenarkan   untuk   dijahit,   kecuali   jahitan   situasi.   Bila   memang   perlu   sekali<br />
untuk   dijahit   (jahitannya   jahitan   situasi),   maka   diberi   Serum Anti   Rabies   (SAR)   sesuai   dengan<br />
dosis, yang disuntikan secara infiltrasi di sekitar luka sebanyak mungkin                dan   sisanya disuntikan<br />
secara   intra   muskuler (dalam otot).   Disamping      itu   harus   dipertimbangkan   perlu    tidaknya pemberian serum/<br />
vaksin anti tetanus, anti biotik untuk mencegah infeksi dan pemberian analgetik (anti-nyeri).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atanidayrus.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atanidayrus.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atanidayrus.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atanidayrus.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atanidayrus.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atanidayrus.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atanidayrus.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atanidayrus.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atanidayrus.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atanidayrus.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atanidayrus.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atanidayrus.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atanidayrus.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atanidayrus.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atanidayrus.wordpress.com&amp;blog=5682352&amp;post=102&amp;subd=atanidayrus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/11/10/penanganan-luka-gigitan-hewan-menular-rabies/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b782366037fa18c837584c329852c52?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atanidayrus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Algoritma Tatalaksana DM tipe 2</title>
		<link>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/11/09/algoritma-tatalaksana-dm-tipe-2/</link>
		<comments>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/11/09/algoritma-tatalaksana-dm-tipe-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Nov 2009 03:49:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atanidayrus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>
		<category><![CDATA[Internal Medicine]]></category>
		<category><![CDATA[algoritme]]></category>
		<category><![CDATA[DM tipe 2]]></category>
		<category><![CDATA[tatalaksana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atanidayrus.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Keterangan: *Titrasi Metformin: Dimulai dengan metformin dosis rendah (500 mg) yang diberikan 1 atau 2 kali perhari bersama makan (sarapan dan/atau makan malam), atau 850 mg OD. Setelah 5-7 hari, jika efek samping Gastrointestinal tidak terjadi, dosis dapat dinaikkan menjadi 850 mg, atau 1000 mg (2 tab 500 mg), 2 kali perhari. Jika ketika dosis [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atanidayrus.wordpress.com&amp;blog=5682352&amp;post=88&amp;subd=atanidayrus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_89" class="wp-caption aligncenter" style="width: 427px"><a rel="attachment wp-att-89" href="http://atanidayrus.wordpress.com/2009/11/09/algoritma-tatalaksana-dm-tipe-2/algoritma-tatalaksana-dm-tipe-2/"><img class="size-full wp-image-89" title="Algoritma Tatalaksana DM tipe 2" src="http://atanidayrus.files.wordpress.com/2009/11/algoritma-tatalaksana-dm-tipe-2.jpg?w=418" alt="Algoritma Tatalaksana DM tipe 2"   /></a><p class="wp-caption-text">Diterjemahkan dari Diabetes Care, Januari 2009 vol. 32</p></div>
<p>Keterangan:</p>
<p>*Titrasi Metformin: Dimulai dengan metformin dosis rendah (500 mg) yang diberikan 1 atau 2 kali perhari bersama makan (sarapan dan/atau makan malam), atau 850 mg OD. Setelah 5-7 hari, jika efek samping Gastrointestinal tidak terjadi, dosis dapat dinaikkan menjadi 850 mg, atau 1000 mg (2 tab 500 mg), 2 kali perhari. Jika ketika dosis ditingkatkan terjadi efek samping GI, turunkan ke dosis sebelumnya yang lebih rendah, dan dapat dicoba menaikkan kembali dosis setelah efek samping menghilang. Dosis efektif max dapat mencapai 1000 mg 2 kali perhari, tetapi sering hanya 2 x 850 mg per hari. Efek samping GI dapat menjadi pembatas dosis yang dapat diberikan.</p>
<p>- Untuk kasus DM tipe 2 tanpa komplikasi seperti KAD, KHONK dll.</p>
<p>- Target jangka panjang dari terapi adalah HbA1C &lt; 7%, HbA1C yang lebih dari atau sama dengan 7% tanda untuk memulai atau merubah (dalam hal ini melanjutkan ke  langkah</p>
<p>berikutnya) terapi. Evaluasi HbA1C dilakukan setiap 3 bulan.</p>
<p>- Target terapi kadar gula darah untuk mencapai tujuan A1C adalah gula darah puasa dan preprandial antara 70-130 mg/dl.</p>
<p>- Untuk Step 2: pemilihan antara basal insulin dan SU dapat mempertimbangkan kadar A1C dan ada tidaknya gejala-gejala klinis yang sekunder disebabkan oleh hiperglikemia. jika kadar A1C &gt; 8,5% atau adanya gejala hiperglikemia, maka lebih dipertimbangkan untuk memakai basal insulin dengan tetap memperhatikan edukasi dan monitoring yang baik.</p>
<p>- Step 3: jika step 2 gagal, maka langkah selanjutnya adalah menambahkan suntikan insulin tambahan yang dapat berupa <em>short</em> atau<em> rapid-acting insulin</em> yang diberikan sebelum makan untuk mengurangi gula darah postprandial. Jika injeksi insulin dimulai, maka pemberian insulin secretagogues (SU atau glinide) harus dihentikan, atau ditapering kemudian dihentikan. Karena kombinasi keduanya tidak sinergistik.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atanidayrus.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atanidayrus.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atanidayrus.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atanidayrus.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atanidayrus.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atanidayrus.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atanidayrus.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atanidayrus.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atanidayrus.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atanidayrus.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atanidayrus.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atanidayrus.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atanidayrus.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atanidayrus.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atanidayrus.wordpress.com&amp;blog=5682352&amp;post=88&amp;subd=atanidayrus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/11/09/algoritma-tatalaksana-dm-tipe-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b782366037fa18c837584c329852c52?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atanidayrus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://atanidayrus.files.wordpress.com/2009/11/algoritma-tatalaksana-dm-tipe-2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Algoritma Tatalaksana DM tipe 2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BHS Guideline on Hypertension</title>
		<link>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/11/02/bhs-guideline-on-hypertension/</link>
		<comments>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/11/02/bhs-guideline-on-hypertension/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Nov 2009 02:58:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atanidayrus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internal Medicine]]></category>
		<category><![CDATA[BHS]]></category>
		<category><![CDATA[Guideline]]></category>
		<category><![CDATA[Hypertension]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atanidayrus.wordpress.com/?p=75</guid>
		<description><![CDATA[Panduan pemilihan obat antihipertensi ini merupakan yang saat ini menjadi bahan rujukan, sebelum keluarnya JNC VIII pada 2010. Disampaikan pula pada PKB Interna 29-31 Oktober 2009 kemarin.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atanidayrus.wordpress.com&amp;blog=5682352&amp;post=75&amp;subd=atanidayrus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Panduan pemilihan obat antihipertensi ini merupakan yang saat ini menjadi bahan rujukan, sebelum keluarnya JNC VIII pada 2010. Disampaikan pula pada PKB Interna 29-31 Oktober 2009 kemarin.</p>
<div id="attachment_74" class="wp-caption alignleft" style="width: 396px"><a href="http://www.bhsoc.org/docs/BP%20Algorithm%20BW.ppt"><img class="size-full wp-image-74" title="Hypertension Guideline" src="http://atanidayrus.files.wordpress.com/2009/11/slide12.jpg?w=418" alt="Hypertension Guideline"   /></a><p class="wp-caption-text">Hypertension Guideline from BHS</p></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atanidayrus.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atanidayrus.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atanidayrus.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atanidayrus.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atanidayrus.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atanidayrus.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atanidayrus.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atanidayrus.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atanidayrus.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atanidayrus.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atanidayrus.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atanidayrus.wordpress.com/75/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atanidayrus.wordpress.com/75/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atanidayrus.wordpress.com/75/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atanidayrus.wordpress.com&amp;blog=5682352&amp;post=75&amp;subd=atanidayrus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/11/02/bhs-guideline-on-hypertension/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b782366037fa18c837584c329852c52?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atanidayrus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://atanidayrus.files.wordpress.com/2009/11/slide12.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hypertension Guideline</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ALGORITME PENATALAKSANAAN NYERI KOLIK</title>
		<link>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/10/29/algoritme-penatalaksanaan-nyeri-kolik/</link>
		<comments>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/10/29/algoritme-penatalaksanaan-nyeri-kolik/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 11:56:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atanidayrus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Urologi]]></category>
		<category><![CDATA[algoritme tatalaksana kolik]]></category>
		<category><![CDATA[kolik renal]]></category>
		<category><![CDATA[kolik ureter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atanidayrus.wordpress.com/?p=57</guid>
		<description><![CDATA[Pengalaman saya bekerja di Unit Gawat Darurat  seringkali menemukan penderita nyeri kolik renal dan ureter. Nyeri ini disebabkan oleh karena adanya batu yang menyumbat saluran kemih, biasanya pada pertemuan pelvis ren dengan ureter (ureteropelvic junction), dan ureter. Nyeri bersifat tajam dan episodik di daerah pinggang (flank) yang sering menjalar ke perut, atau lipat paha, bahkan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atanidayrus.wordpress.com&amp;blog=5682352&amp;post=57&amp;subd=atanidayrus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pengalaman saya bekerja di Unit Gawat Darurat  seringkali menemukan penderita nyeri kolik renal dan ureter. Nyeri ini disebabkan oleh karena adanya batu yang menyumbat saluran kemih, biasanya pada pertemuan pelvis ren dengan ureter (ureteropelvic junction), dan ureter. Nyeri bersifat tajam dan episodik di daerah pinggang (flank) yang sering menjalar ke perut, atau lipat paha, bahkan pada batu ureter distal sering ke kemaluan. Mual dan muntah sering menyertai keadaan ini.</p>
<p>Kebingungan saya dalam keputusan memilih terapi untuk mengontrol nyeri, apakah dengan menggunakan antispasmodik (Hyoscin butylbromide/Buscopan) atau dengan NSAID IV misalnya ketorolac, membuat saya mencari sumber yang jelas dengan <em>evidence based</em>-nya. Berikut adalah hasil terjemahan dari urotoday.com. Semoga bermanfaat.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-55" href="http://atanidayrus.wordpress.com/2009/10/29/algoritme-penatalaksanaan-nyeri-kolik/slide1/"><img class="aligncenter size-full wp-image-55" title="Slide1" src="http://atanidayrus.files.wordpress.com/2009/10/slide1.jpg?w=418&#038;h=313" alt="Slide1" width="418" height="313" /></a></p>
<p><a rel="attachment wp-att-56" href="http://atanidayrus.wordpress.com/2009/10/29/algoritme-penatalaksanaan-nyeri-kolik/slide2/"><img class="aligncenter size-full wp-image-56" title="Slide2" src="http://atanidayrus.files.wordpress.com/2009/10/slide2.jpg?w=418&#038;h=313" alt="Slide2" width="418" height="313" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atanidayrus.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atanidayrus.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atanidayrus.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atanidayrus.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atanidayrus.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atanidayrus.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atanidayrus.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atanidayrus.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atanidayrus.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atanidayrus.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atanidayrus.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atanidayrus.wordpress.com/57/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atanidayrus.wordpress.com/57/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atanidayrus.wordpress.com/57/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atanidayrus.wordpress.com&amp;blog=5682352&amp;post=57&amp;subd=atanidayrus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/10/29/algoritme-penatalaksanaan-nyeri-kolik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b782366037fa18c837584c329852c52?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atanidayrus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://atanidayrus.files.wordpress.com/2009/10/slide1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Slide1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://atanidayrus.files.wordpress.com/2009/10/slide2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Slide2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penggunaan CT-Scan untuk Diagnosis Batu Saluran Kemih</title>
		<link>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/10/29/penggunaan-ct-scan-untuk-diagnosis-batu-saluran-kemih/</link>
		<comments>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/10/29/penggunaan-ct-scan-untuk-diagnosis-batu-saluran-kemih/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 02:36:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atanidayrus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Urologi]]></category>
		<category><![CDATA[batu saluran kemih]]></category>
		<category><![CDATA[CT-Scan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atanidayrus.wordpress.com/2009/10/29/penggunaan-ct-scan-untuk-diagnosis-batu-saluran-kemih/</guid>
		<description><![CDATA[Di negara-negara maju, deteksi batu saluran kemih yang menyebabkan gejala kolik menggunakan Helical Computed Tomography Scan (CT-Scan). Alat ini memiliki keuntungan daripada teknik radiologis konvensional (BOF/foto polos abdomen). Pertama, CT-Scan dapat mendeteksi semua jenis batu, khususnya batu golongan radioopak (batu asam urat, xanthine) yang dengan foto biasa memerlukan pencitraan dengan kontras. Kedua, CT-Scan mampu dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atanidayrus.wordpress.com&amp;blog=5682352&amp;post=40&amp;subd=atanidayrus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di negara-negara maju, deteksi batu saluran kemih yang menyebabkan gejala kolik menggunakan Helical Computed Tomography Scan (CT-Scan). Alat ini memiliki keuntungan daripada teknik radiologis konvensional (BOF/foto polos abdomen).</p>
<p><a rel="attachment wp-att-43" href="http://atanidayrus.wordpress.com/2009/10/29/penggunaan-ct-scan-untuk-diagnosis-batu-saluran-kemih/radiology3/"><img title="Helical CT-Scan" src="http://atanidayrus.files.wordpress.com/2009/10/radiology3.jpg?w=280&#038;h=215" alt="Helical CT-Scan" width="280" height="215" /></a></p>
<p>Pertama, CT-Scan dapat mendeteksi semua jenis batu, khususnya batu golongan radioopak (batu asam urat, xanthine) yang dengan foto biasa memerlukan pencitraan dengan kontras.<br />
Kedua, CT-Scan mampu dengan jelas menggambarkan lokasi dan ukuran batu, yang sangat penting nantinya dipakai dalam menentukan prosedur terapi.<br />
Ketiga, batu ureter yang berukuran kecil pun dapat dideteksi oleh alat ini. walaupun ukurannya kecil, batu ini dapat menyebabkan nyeri kolik dan sumbatan total atau parsial. batu kecil sekalipun juga lama kelamaan akan membentuk batu yang lebih besar.<br />
Keuntungan terakhir yang tak kalah pentingnya adalah ia dapat mendeteksi adanya pembengkakan ginjal yang diakibatkan oleh sumbatan (hidronefrosis), sekaligus menilai derajat hidronefrosis.<br />
Di Indonesia saat ini masih mengandalkan foto polos abdomen sebagai penunjang diagnostik awal. karenanya banyak pasien dengan gejala kolik, tidak didapatkan adanya batu pada hasil foto, sehingga harus diperlukan penunjang tambahan seperti USG atau IVP.<br />
Kendala penggunaan CT-Scan di negara kita adalah karena kurangnya aggaran pemerintah untuk menyediakan fasilitas ini, dan kalaupun ada, harganya sangat mahal bagian sebagian besar masyarakat kita. Peningkatan kualitas pelayanan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi, kita tetap harus optimis, demi kepentingan kemanusiaan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atanidayrus.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atanidayrus.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atanidayrus.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atanidayrus.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atanidayrus.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atanidayrus.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atanidayrus.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atanidayrus.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atanidayrus.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atanidayrus.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atanidayrus.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atanidayrus.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atanidayrus.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atanidayrus.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atanidayrus.wordpress.com&amp;blog=5682352&amp;post=40&amp;subd=atanidayrus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/10/29/penggunaan-ct-scan-untuk-diagnosis-batu-saluran-kemih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b782366037fa18c837584c329852c52?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atanidayrus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://atanidayrus.files.wordpress.com/2009/10/radiology3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Helical CT-Scan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Benign Prostatic Hyperplasia</title>
		<link>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/10/27/benign-prostatic-hyperplasia/</link>
		<comments>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/10/27/benign-prostatic-hyperplasia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 11:34:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atanidayrus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Urologi]]></category>
		<category><![CDATA[BPH]]></category>
		<category><![CDATA[prostate enlargement]]></category>
		<category><![CDATA[Prostate hypertrophy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atanidayrus.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[Angka harapan hidup (life expectancy) pada masa kini telah meningkat seiring dengan kemajuan pesat yang dicapai ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. Namun, bak dua sisi mata uang, peningkatan life expectancy selain mencerminkan tingginya tingkat kesehatan penduduk, juga menyebabkan timbulnya masalah baru. Harapan hidup yang semakin tinggi berarti proporsi penduduk usia lanjut bertambah disertai dengan  peningkatan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atanidayrus.wordpress.com&amp;blog=5682352&amp;post=25&amp;subd=atanidayrus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Angka harapan hidup <em>(life expectancy)</em> pada masa kini telah meningkat seiring dengan kemajuan pesat yang dicapai ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. Namun, bak dua sisi mata uang, peningkatan life expectancy selain mencerminkan tingginya tingkat kesehatan penduduk, juga menyebabkan timbulnya masalah baru. Harapan hidup yang semakin tinggi berarti proporsi penduduk usia lanjut bertambah disertai dengan  peningkatan jumlah penyakit-penyakit yang sering diderita oleh kaum lansia.</p>
<p>Salah satu masalah yang berkaitan dengan bertambahnya usia pada laki-laki adalah pembesaran prostate, atau dalam ilmu kedokteran dikenal dengan nama<em> benign prostatic hyperplasia</em> (BPH). BPH adalah suatu kondisi yang ditandai oleh adanya pembesaran dari kelenjar prostate. Kelenjar ini hanya dimiliki  oleh laki-laki, dan termasuk organ reproduksi. Kelenjar ini terletak tepat di bawah kandung kemih dan didalamnya terdapat saluran yang mengalirkan air seni keluar dari kandung kemih yang disebut urethra. Fungsi kelenjar ini adalah sebagai penghasil cairan yang memberikan nutrisi, perlindungan dan lubrikasi pada sel sperma dan menjadi komponen terbesar penyusun cairan mani (ejakulat). BPH dianggap menjadi bagian dari proses penuaan yang normal. Walaupun demikian, jika menimbulkan gejala yang berat dan tidak ditangani, dapat menimbulkan komplikasi seperti: Infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, sampai gagal ginjal. Sekitar sepertiga dari pria berusia diatas 50 tahun menderita gejala BPH. Dan secara histologis didapatkan bukti adanya BPH pada 90% pria yang mencapai usia 85 tahun.</p>
<p>BPH merupakan kondisi non-maligna (jinak) dan tidak berhubungan dengan kanker. Namun pria yang berisiko BPH  juga memiliki risiko yang sama terhadap kanker prostate. Oleh karenanya, pemeriksaan standar dilakukan pada pasien dengan BPH untuk menyingkirkan kemungkinan adanya kanker. Penyebab BPH sampai saat ini tidak sepenuhnya dimengerti. Factor risiko positif yang konsisten dengan BPH adalah usia dan adanya testes (buah zakar). BPH tidak terjadi pada laki-laki yang dikastrasi (pengangkatan kedua testis) sebelum masa pubertas (akil balik). Hormone dihidrotestosterone (DHT) yang merupakan turunan dari hormone testosterone yang dihasilkan oleh testes, diyakini memacu timbulnya peroliferasi komponen stroma dan glandular dari prostate. Selain factor usia dan hormonal ini, berperan pula factor genetic (keturunan) walau mekanisme pastinya masih perlu ditelusuri.</p>
<p><a rel="attachment wp-att-26" href="http://atanidayrus.wordpress.com/2009/10/27/benign-prostatic-hyperplasia/ufbph-2/"><img class="alignleft size-full wp-image-26" title="lokasi anatomi prostat" src="http://atanidayrus.files.wordpress.com/2009/10/ufbph1.gif?w=418" alt="lokasi anatomi prostat"   /></a></p>
<p>Gambar 1. Lokasi anatomi prostat</p>
<p>Gejala-gejala yang ditimbulkan oleh BPH merupakan kumulasi akibat dari sumbatan aliran urin dan disfungsi  dan iritasi kandung kemih. Gejala-gejala ini diistilahkan dengan <em>lower urinary tract symptoms (LUTS)</em>, yang terdiri dari gejala obstruksi (sumbatan) berupa: aliran urin (air seni) terputus-putus <em>(intermittency)</em>, mengejan saat berkemih (hesitancy), pancaran urin lemah dan kecil, kencing menetes <em>(dribbling)</em>, perasaan masih adanya air seni yang tersisa dalam kandung kemih <em>(residual urine)</em>, dan gejala iritasi : kencing dalam jumlah sedikit tetapi sering  pada siang hari <em>(frequency)</em> dan malam hari <em>(nocturia)</em>, keinginan yang sangat untuk berkemih yang muncul tiba-tiba <em>(urgency)</em>, dan nyeri saat berkemih <em>(dysuria). </em>Gejala yang disebabkan BPH tidak berhubungan dengan besarnya kelenjar prostate. Gejala yang parah dapat terjadi pada pria dengan ukuran prostate yang tidak seberapa besar. Begitu pula pria dengan prostate sangat besar, bisa hanya menunjukkan gejala yang minimal. Oleh karenanya, keputusan pemberian terapi pada penderita BPH tidak didasarkan oleh pembesaran prostatnya, namun pada tingkat keparahan gejalanya, yang diukur secara kuantitatif melalui sistem skoring berdasarkan pertanyaan-pertanyaan terhadap penilaian penderita mengenai keparahan gejalanya dan pengaruhnya terhadap kualitas hidup. Sistem ini disebut dengan IPSS <em>(International Prostate Symptom Score).</em> LUTS tidak hanya disebabkan oleh BPH, namun dapat pula disebabkan kondisi-kondisi lain yang mengganggu proses berkemih normal pada saluran kemih bagian bawah, seperti misalnya batu pada kandung kemih, penyempitan <em>(stricture)</em> urethra, keganasan prostate dan saluran kemih bagian bawah, dan lain-lain.</p>
<p>Tanda-tanda adanya BPH antara lain adalah adanya pembesaran prostat yang dapat diketahui melalui pemeriksaan colok dubur/<em>rectal toucher (RT)/digital rectal examination (DRE). </em>Selain itu terdapat pula adanya  perubahan-perubahan pada kandung kemih yang disebabkan karena adanya obstruksi oleh prostat yang membesar. Perubahan yang mungkin dapat dideteksi melalui pemeriksaan fisik adalah adanya pelebaran kandung kemih oleh adanya jumlah signifikan dari residual urine, adanya batu berukuran besar pada kandung kemih, infeksi pada kandung kemih yang menyebabkan nyeri perut bagian bawah, dan retensi urine baik akut maupun kronis, yaitu suatu kondisi dimana urine tidak bisa dikeluarkan akibat adanya sumbatan. Obstruksi yang terjadi dapat mengakibatkan aliran balik urine yang akhirnya membuat ginjal dan ureter (saluran yang menghubungkan ginjal dan kandung kemih membengkak (hidroureter/hidronefrosis). Apabila pembengkakan ginjal cukup besar, mungkin dapat teraba sebagai benjolan pada perut bagian atas. Untuk menegakkan diagnosis yang pasti diperlukan pemeriksaan oleh dokter yang meliputi anamnesa (riwayat sakit), pemeriksaan fisik dan penunjang diagnostik lainnya.</p>
<p>Jadi jika anda merasakan menderita gejala LUTS seperti yang telah disebutkan diatas, dan terasa mengganggu kualitas hidup anda. Mungkin sebaiknya anda berkonsultasi kepada dokter ahli saluran kencing (urologist), untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sehingga dapat ditegakkan diagnosis, menilai komplikasi yang telah terjadi, dan diambil keputusan perlu tidaknya terapi. Pemeriksaan yang akan dilakukan kepada anda meliputi:</p>
<ul>
<li>Pemeriksaan fisik: Colok dubur (memperkirakan besar dan konsistensi prostat dan mengetahui ada tidaknya kelainan anatomi pada prostat, Palpasi bimanual untuk memeriksa ada tidaknya distensi (pelebaran) kandung kemih karena urine sisa, dan pemeriksaan neurologis sederhana ekstremitas bawah.</li>
<li>Pemeriksaan penunjang:</li>
</ul>
<p>-          Laboratorium: meliputi pemeriksaan urine (air seni) lengkap dan bakreiologi urine, pemeriksaan darah meliputi tes fungsi ginjal dan elektrolit. PSA <em>(prostate specific antigen) </em>untuk skreening kanker prostat, terutama pasien yang berisiko tinggi (usia &gt;50 tahun, riwayat keluarga dekat dengan kanker prostat).</p>
<p>-          Pencitraan: USG abdomen (perut) untuk mengetahui ada tidaknya komplikasi sumbatan berupa pembengkakan ginjal/hidronefrosis. TRUS <em>(Transrectal Ultrasonography)</em>, untuk mengetahui volume prostat. IVU <em>(Intravenous Urography)</em>, untuk mengetahui kelainan fungsi dan anatomi dari saluran kemih.</p>
<ul>
<li>Pemeriksaan urodinamika untuk membedakan adanya dekompensai kandung kemih dengan adanya obstruksi/BOO <em>(bladder outlet obstruction)</em>: <em>flow rate </em>(kecepatan aliran urine), Volume urine residual setelah berkemih/PVR <em>(post void residual urine),</em> dan tekanan aliran <em>(pressure flow).</em></li>
</ul>
<p>Keputusan pemberian terapi biasanya didasarkan pada seberapa parah gejala dari pembesaran prostat dan seberapa jauh hal ini mengganggu kualitas hidup pasien. Hal ini secara kuantitatif dapat dinilai dengan IPSS. Terapi BPH dapat berupa hanya observasi saja <em>(watchful waiting)</em>, obat-obatan, tindakan invasif minimal, sampai dengan pembedahan. Apabila derajat keparahan gejala ringan (skor IPSS 7 atau kurang) terapi dapat berupa observasi berkala atau dengan obat-obatan. Terapi dengan obat-obatan biasanya dilakukan apabila pasien mengalami gejala yang ringan dan tidak ada komplikasi. Obat-obatan ini bekerja dengan dua cara, yang pertama dengan menurunkan volume prostat. Obat jenis ini bekerja dengan cara menghambat enzim 5-alfa reduktase. Enzim yang mengkonversi testosterone menjadi DHT, hormon yang memacu pertumbuhan prostat, sehingga pertumbuhan prostat terhenti dan selanjutnya mengalami involusi. Jenis yang kedua bekerja dengan menurunkan tegangan otot polos pada prostat uretra dan bladder neck, dengan cara menghambat reseptor alfa di daerah ini, sehingga menurunkan resistensi aliran urine di daerah tersebut akibat relaksasi otot polos yang terjadi. Sedangkan apabila skor IPSS lebih atau sama dengan 8 (gejala sedang-berat), terapi dapat berupa observasi, obat-obatan, tindakan minimal invasif, atau pembedahan. Tergantung hasil pemeriksaan urodinamika dan keputusan pasien. Namun apabila didapatkan telah terjadi komplikasi oleh karena BPH, maka tindakan minimal invasif atau pembedahan diindikasikan. Indikasi mutlak dilakukan terapi pembedahan pada BPH adalah:</p>
<ol>
<li>Gangguan fungsi ginjal.</li>
<li>Retensio urine yang refrakter dan berulang.</li>
<li>Kencing berwarna kemerahan oleh karena adanya darah (Gross      hematuria) persisten.</li>
<li>Infeksi saluran kemih yang berulang.</li>
<li>Adanya batu pada kandung kemih.</li>
<li>Overflow inkontinensia.</li>
<li>Adanya divertikel besar pada kandung kemih yang      disebabkan oleh BPH.</li>
<li>Volume urine residual yang cukup banyak.</li>
</ol>
<div id="attachment_31" class="wp-caption aligncenter" style="width: 295px"><img class="size-medium wp-image-31" title="Algoritma penatalaksanaan BPH" src="http://atanidayrus.files.wordpress.com/2009/10/435575-437359-5438.jpg?w=285&#038;h=300" alt="Algoritma penatalaksanaan BPH" width="285" height="300" /><p class="wp-caption-text">gambar dari medscape.com</p></div>
<p style="text-align:center;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atanidayrus.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atanidayrus.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atanidayrus.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atanidayrus.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atanidayrus.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atanidayrus.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atanidayrus.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atanidayrus.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atanidayrus.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atanidayrus.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atanidayrus.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atanidayrus.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atanidayrus.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atanidayrus.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atanidayrus.wordpress.com&amp;blog=5682352&amp;post=25&amp;subd=atanidayrus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/10/27/benign-prostatic-hyperplasia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b782366037fa18c837584c329852c52?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atanidayrus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://atanidayrus.files.wordpress.com/2009/10/ufbph1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">lokasi anatomi prostat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://atanidayrus.files.wordpress.com/2009/10/435575-437359-5438.jpg?w=285" medium="image">
			<media:title type="html">Algoritma penatalaksanaan BPH</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Another Aborsion Point of View..</title>
		<link>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/05/26/another-aborsion-point-of-view/</link>
		<comments>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/05/26/another-aborsion-point-of-view/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 May 2009 10:57:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atanidayrus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atanidayrus.wordpress.com/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[aborsi (abortion) merupakan terminolgi awam untuk abortus yang &#8220;provocatus&#8221; artinya abortus yg dibuat. Supaya tidak salah paham, dikenal 2 pengertian abortus dalam dunia kedokteran, yaitu: abortus spontan (keguguran/misscarriage) dan abortus provocatus. Abortus spontan adalah pengeluaran hasil konsepsi (janin), sebelum janin dapat hidup di luar kandungan (viable), yaitu sebelum usia kehamilan 20 minggu. Pembatasan ini berimplikasi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atanidayrus.wordpress.com&amp;blog=5682352&amp;post=19&amp;subd=atanidayrus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>aborsi (abortion) merupakan terminolgi awam untuk abortus yang &#8220;provocatus&#8221; artinya abortus yg dibuat. Supaya tidak salah paham, dikenal 2 pengertian abortus dalam dunia kedokteran, yaitu: abortus spontan (keguguran/misscarriage) dan abortus provocatus. Abortus spontan adalah pengeluaran hasil konsepsi (janin), sebelum janin dapat hidup di luar kandungan (viable), yaitu sebelum usia kehamilan 20 minggu. Pembatasan ini berimplikasi pada terapi medis yg akan dilakukan. Abortus provocatus terbagi lg dalam 2 kelompok, yaitu: abortus provocatus medicinalis(terapeutikus) dan abortus provocatus criminalis. yg disebut oleh saudara Tahul &#8220;klo membahayakan ibu&#8221; adalah salah satu indikasi abortus provokatus medicinalis.</p>
<p>Dikenal 2 macam indikasi abortus terapeutikus, yaitu indikasi ibu ( kepentingan medik si wanita hamil salah satu mis.: cacat bawaan berat pada janin yg dikandungnya) dan indikasi anak (kepentingan medik si janin). Bahkan saat ini muncul pula indikasi etis, yaitu pada kehamilan akibat suatu tindakan perkosaan dan tindakan yg sejenis. Harus digaris bawahi, bahwa kata perkosaan menurut hukum adalah termasuk kekerasan seksual yg dilakukan dengan paksaan untuk melakukan persetubuhan (KUHP ps 285). jadi klo kehamilan yg terjadi karena yg teman2 sebut dengan &#8220;sex-oriented&#8221;, sama sekali tidak dibenarkan untuk dilakukan abortus. so, otomatis setiap abortus provocatus yg dilakukan tanpa indikasi medis, termasuk ke dalam abortus criminalis, yg merupakan suatu tindak pidana (KUHP ps 346). Dalam KUHP juga tidak hanya memberikan sanksi kepada wanita yg melakukan (dlm hal ini selain sebagai pelaku juga sekaligus sebagai korban), tetapi jg kepada orang2 yg membantu si wanita melakukan hal itu, bahkan kepada orang yang menganjurkan/merawat/memberi obat kepada seorang wanita dgn memberi harapan agar gugur kandungannya (KUHP ps 299). Yang masih menjadi dilema di negara kita adalah kasus2 kehamilan di luar nikah, apalagi yg terjadi pada remaja usia sekolah. In my opinion, pencegahan terjadinya hubungan sex di luar nikah menjadi yg terpenting, karena tanpa adanya hubungan sex, tidak akan terjadi kehamilan, (except klo pake bayi tabung of course). so, sex education is  important to give our bro n sis knowledge about what will they face if they do free sex. in a hope, so they will not do that and have a responsibility in every manner they do. Tentu saja diperlukan peran serta seluruh komponen masyarakat dalam menjaga putra-putri bangsa dari kehancuran masa depan mereka. (cieeh..PPKN banget).  Mungkin benar kiamat sudah dekat. Benar dan salah sangat kabur, bisa dibolak-balik dengan money or power. Tapi kita tidak boleh menyerah pada keadaan, kita harus sadar bahwa sesungguhnya kebenaran yg utama dan sebenar-benarnya terletak pada Tuhan, dan Tuhan telah membuat GBHK (Garis2 Besar Haluan Kehidupan) dalam setiap Agama yg kita yakini. Jadi, keep Praying, do our swadharma, do what ur religion say good and not do what your religion say not good, help other people, n love each other. Semoga Tuhan memberkati kita semua. Om Canti,Canti,Canti Om semoga bermanfaat&#8230;&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atanidayrus.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atanidayrus.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atanidayrus.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atanidayrus.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atanidayrus.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atanidayrus.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atanidayrus.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atanidayrus.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atanidayrus.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atanidayrus.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atanidayrus.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atanidayrus.wordpress.com/19/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atanidayrus.wordpress.com/19/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atanidayrus.wordpress.com/19/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atanidayrus.wordpress.com&amp;blog=5682352&amp;post=19&amp;subd=atanidayrus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atanidayrus.wordpress.com/2009/05/26/another-aborsion-point-of-view/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b782366037fa18c837584c329852c52?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atanidayrus</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pentingnya Pelatihan Resusitasi Jantung-Paru</title>
		<link>http://atanidayrus.wordpress.com/2008/11/30/pentingnya-pelatihan-resusitasi-jantung-paru/</link>
		<comments>http://atanidayrus.wordpress.com/2008/11/30/pentingnya-pelatihan-resusitasi-jantung-paru/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2008 23:41:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>atanidayrus</dc:creator>
				<category><![CDATA[Health]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://atanidayrus.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Bayangkan jika suatu ketika anda melihat seseorang tiba-tiba terjatuh tak sadarkan diri didekat anda, dan anda tidak tahu apa sebabnya, atau menolong orang yang tak bernafas setelah hampir tenggelam. apa yang akan anda akan lakukan? berdiri saja dan tidak melakukan apa-apa? atau berteriak minta tolong? padahal dalam hitungan menit, seseorang yang tidak bernafas akan segera [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atanidayrus.wordpress.com&amp;blog=5682352&amp;post=3&amp;subd=atanidayrus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bayangkan jika suatu ketika anda melihat seseorang tiba-tiba terjatuh tak sadarkan diri didekat anda, dan anda tidak tahu apa sebabnya, atau menolong orang yang tak bernafas setelah hampir tenggelam. apa yang akan anda akan lakukan? berdiri saja dan tidak melakukan apa-apa? atau berteriak minta tolong? padahal dalam hitungan menit, seseorang yang tidak bernafas akan segera dijemput maut. Pernahkah terpikir di benak anda jika orang itu adalah bapak, ibu, anak,kekasih atau sanak saudara kita yang lain? keputusan kita untuk melakukan tindakan, mungkin akan menjadi satu-satunya harapan hidup bagi mereka. berbuat sesuatu lebih baik bila dibandingkan tidak berbuat sama sekali. akan lebih baik lagi jika kita tahu bagaimana melakukan resusitasi jantung-paru (RJP) atau istilah asingnya CPR (cardio-pulmonary resuscitation).</p>
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://www.co.thurston.wa.us/medic1/images/cpr1.gif"><img class="size-medium wp-image-7" title="cpr1" src="http://atanidayrus.files.wordpress.com/2008/11/cpr1.gif?w=205&#038;h=233" alt="kompresi jantung luar" width="205" height="233" /></a></dt>
</dl>
<p>Tindakan ini sebenarnya hanya merupakan prosedur sederhana yang dapat dilakukan oleh semua kalangan tanpa harus berlatarbelakang medis. tentunya memerlukan latihan-latihan agar dapat dilakukan dengan baik. Prinsip tindakan ini adalah memompa jantung yang tiba-tiba berhenti berdenyut, secara manual dengan penekanan dada dari luar agar aliran darah menuju otak tetap terjaga, dan membantu paru-paru memperoleh udara dengan napas bantuan. orang yang jantungnya berhenti (misalnya karena serangan jantung) atau tidak bernafas (karena tenggelam), akan menyebabkan suplai oksigen ke otak terhenti pula. otak merupakan organ terpenting yang mengontrol semua aktifitas dalam tubuh kita, pun ia sebagai oragan yang sangat sensitif terhadap oksigen. ketiadaan oksigen dalam beberapa menit, berakibat kerusakan otak yang segera menjadi tidak dapat dikembalikan (irreversibel) dan menyebabkan kematian.</p>
<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dd class="wp-caption-dd">kompresi jantung luar</dd>
</dl>
</div>
<p>Tindakan RJP akan mempertahankan aliran darah menuju otak. ini diperoleh dengan cara pemijatan jantung dari luar dan pemberian nafas bantuan. Teknik ini mudah, hanya saja harus dipelajari agar tidak terjadi kesalahan dalam melakukannya. Bahkan teknik ini telah dipermudah, dengan tidak mengharuskan adanya pemberian nafas mulut ke mulut. cukup dengan pijatan jantung saja sampai bantuan medis tiba. Sudah banyak situs-situs di internet yang memuat tahap demi tahap bagaimana cara melakukan RJP dan bahkan menyediakan video-video dan gambar-gambar untuk memudahkan kita memahaminya. ketik saja &#8220;CPR&#8221; di mesin pencari dan kita akan mendapatkannya.</p>
<p>Yang penting untuk tetap diingat adalah, prosedur RJP merupakan pertolongan darurat sementara untuk mempertahankan aliran darah ke otak. jadi sebelum anda melakukannya, apabila alat komunikasi tersedia, segeralah menghubungi unit pelayanan gawat darurat terdekat untuk meminta pertolongan dari tenaga medis.</p>
<div id="attachment_9" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://static.howstuffworks.com/gif/cpr-steps.jpg"><img class="size-full wp-image-9" title="cpr-steps1" src="http://atanidayrus.files.wordpress.com/2008/11/cpr-steps1.jpg?w=418" alt="Langkah-langkah melakukan pertolongan pertama"   /></a><p class="wp-caption-text">Langkah-langkah melakukan pertolongan pertama</p></div>
<p>di negara-negara maju, pelatihan-pelatihan RJP atau CPR diajarkan secara luas kepada masyarakat. sayangnya di negara kita ini, terlalu jarang atau bahkan sama sekali tidak pernah diselenggarakan pelatihan-pelatihan semacam ini bagi masyarakat. jangankan pelatihan informasi mengenai hal ini pun tidak pernah kita terima. kita tidak perlu menunggu. kita harus aktif sendiri mempelajari, memahami dan melatih kemampuan kita melakukan RJP. lewat internet kita bisa belajar prosedur ini.  sepertinya hal ini sepele, namun kita tidak akan menganggapnya enteng jika kita mengalaminya sendiri. Perlu sedikit motivasi dari kita untuk mempelajari teknik simpel ini, agar bisa menolong orang lain apalagi orang yang kita cintai.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/atanidayrus.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/atanidayrus.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/atanidayrus.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/atanidayrus.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/atanidayrus.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/atanidayrus.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/atanidayrus.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/atanidayrus.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/atanidayrus.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/atanidayrus.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/atanidayrus.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/atanidayrus.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/atanidayrus.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/atanidayrus.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=atanidayrus.wordpress.com&amp;blog=5682352&amp;post=3&amp;subd=atanidayrus&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://atanidayrus.wordpress.com/2008/11/30/pentingnya-pelatihan-resusitasi-jantung-paru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7b782366037fa18c837584c329852c52?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">atanidayrus</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://atanidayrus.files.wordpress.com/2008/11/cpr1.gif?w=264" medium="image">
			<media:title type="html">cpr1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://atanidayrus.files.wordpress.com/2008/11/cpr-steps1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cpr-steps1</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
