Algoritma Tatalaksana DM tipe 2
9 November 2009
Keterangan:
*Titrasi Metformin: Dimulai dengan metformin dosis rendah (500 mg) yang diberikan 1 atau 2 kali perhari bersama makan (sarapan dan/atau makan malam), atau 850 mg OD. Setelah 5-7 hari, jika efek samping Gastrointestinal tidak terjadi, dosis dapat dinaikkan menjadi 850 mg, atau 1000 mg (2 tab 500 mg), 2 kali perhari. Jika ketika dosis ditingkatkan terjadi efek samping GI, turunkan ke dosis sebelumnya yang lebih rendah, dan dapat dicoba menaikkan kembali dosis setelah efek samping menghilang. Dosis efektif max dapat mencapai 1000 mg 2 kali perhari, tetapi sering hanya 2 x 850 mg per hari. Efek samping GI dapat menjadi pembatas dosis yang dapat diberikan.
- Untuk kasus DM tipe 2 tanpa komplikasi seperti KAD, KHONK dll.
- Target jangka panjang dari terapi adalah HbA1C < 7%, HbA1C yang lebih dari atau sama dengan 7% tanda untuk memulai atau merubah (dalam hal ini melanjutkan keĀ langkah
berikutnya) terapi. Evaluasi HbA1C dilakukan setiap 3 bulan.
- Target terapi kadar gula darah untuk mencapai tujuan A1C adalah gula darah puasa dan preprandial antara 70-130 mg/dl.
- Untuk Step 2: pemilihan antara basal insulin dan SU dapat mempertimbangkan kadar A1C dan ada tidaknya gejala-gejala klinis yang sekunder disebabkan oleh hiperglikemia. jika kadar A1C > 8,5% atau adanya gejala hiperglikemia, maka lebih dipertimbangkan untuk memakai basal insulin dengan tetap memperhatikan edukasi dan monitoring yang baik.
- Step 3: jika step 2 gagal, maka langkah selanjutnya adalah menambahkan suntikan insulin tambahan yang dapat berupa short atau rapid-acting insulin yang diberikan sebelum makan untuk mengurangi gula darah postprandial. Jika injeksi insulin dimulai, maka pemberian insulin secretagogues (SU atau glinide) harus dihentikan, atau ditapering kemudian dihentikan. Karena kombinasi keduanya tidak sinergistik.
