Penggunaan CT-Scan untuk Diagnosis Batu Saluran Kemih
29 October 2009
Di negara-negara maju, deteksi batu saluran kemih yang menyebabkan gejala kolik menggunakan Helical Computed Tomography Scan (CT-Scan). Alat ini memiliki keuntungan daripada teknik radiologis konvensional (BOF/foto polos abdomen).
Pertama, CT-Scan dapat mendeteksi semua jenis batu, khususnya batu golongan radioopak (batu asam urat, xanthine) yang dengan foto biasa memerlukan pencitraan dengan kontras.
Kedua, CT-Scan mampu dengan jelas menggambarkan lokasi dan ukuran batu, yang sangat penting nantinya dipakai dalam menentukan prosedur terapi.
Ketiga, batu ureter yang berukuran kecil pun dapat dideteksi oleh alat ini. walaupun ukurannya kecil, batu ini dapat menyebabkan nyeri kolik dan sumbatan total atau parsial. batu kecil sekalipun juga lama kelamaan akan membentuk batu yang lebih besar.
Keuntungan terakhir yang tak kalah pentingnya adalah ia dapat mendeteksi adanya pembengkakan ginjal yang diakibatkan oleh sumbatan (hidronefrosis), sekaligus menilai derajat hidronefrosis.
Di Indonesia saat ini masih mengandalkan foto polos abdomen sebagai penunjang diagnostik awal. karenanya banyak pasien dengan gejala kolik, tidak didapatkan adanya batu pada hasil foto, sehingga harus diperlukan penunjang tambahan seperti USG atau IVP.
Kendala penggunaan CT-Scan di negara kita adalah karena kurangnya aggaran pemerintah untuk menyediakan fasilitas ini, dan kalaupun ada, harganya sangat mahal bagian sebagian besar masyarakat kita. Peningkatan kualitas pelayanan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi, kita tetap harus optimis, demi kepentingan kemanusiaan.
